Sebatang Kara copertina

Sebatang Kara

Anteprima
Iscriviti ora Iscriviti ora
Offerta valida fino alle 23.59 del 29 gennaio 2026.
Dopo 30 giorni (60 per i membri Prime), 9,99 €/mese. Puoi cancellare ogni mese
Risparmio di più del 90% nei primi 3 mesi.
Ascolto illimitato della nostra selezione in continua crescita di migliaia di audiolibri, podcast e Audible Original.
Nessun impegno. Puoi cancellare ogni mese.
Disponibile su ogni dispositivo, anche senza connessione.
Ascolta senza limiti migliaia di audiolibri, podcast e serie originali
Disponibile su ogni dispositivo, anche senza connessione
9,99 € al mese. Puoi cancellare ogni mese.

Sebatang Kara

Di: Hector Malot, Tanti Lesmana - translator
Letto da: Anes Wibowo
Iscriviti ora Iscriviti ora

3 mesi a soli 0,99 €/mese, dopodiché 9,99 €/mese. Possibilità di disdire ogni mese. L'offerta termina il 29 gennaio 2026 alle 23:59.

Dopo 30 giorni (60 per i membri Prime), 9,99 €/mese. Cancella quando vuoi.

Acquista ora a 4,95 €

Acquista ora a 4,95 €

3 mesi a soli 0,99 €/mese

Dopo 3 mesi, 9,99 €/mese. Si applicano termini e condizioni.

A proposito di questo titolo

Ketika masih bayi, Remi diculik dan ditinggalkan di sebuah jalanan di Paris. Seorang pemotong batu yang miskin mengangkatnya sebagai anak, tetapi lalu menjualnya kepada Signor Vitalis, pemusik jalanan yang membawa Remi berkelana bersama rombongan pertunjukannya yang terdiri atas anjing-anjing dan seekor kera. Dari Signor Vitalis-lah Remi belajar bermain musik, dan orang tua ini menjadi pengganti sosok ayah baginya.

Berbagai peristiwa dialaminya: kehilangan orang yang disayangi, menemukan sahabat sejati, dan yang terutama: harapan untuk menemukan kembali orangtua kandungnya.

Buku ini merupakan karya masterpiece klasik tentang keberanian, integritas, dan kesetiaan. Perjalanan panjang seorang anak dalam mengatasi kehidupan di jalanan.

Please note: This audiobook is in Indonesian

©2022 Storyside (P)2022 Storyside
Competenze sociali e per la vita Crescita e fatti della vita Letteratura e narrativa
Ancora nessuna recensione